Waktu Saat Ini

Senin, 14 Desember 2009

UAS POLITIK

KOMUNIKASI POLITIK
Elemen :
• Komunikator
• Pesan
• Komunikan
• Media
• Efek atau Akibat
Komunikasi Politik dari sudut pandang kebudayaan:
1. High Context Culture à Dominannya budaya non verbal
2. Low Context Culture à Dominannya Budaya Verbal

Opini publik = respon yang aktif terhadap stimulus, suatu respon yang dikonstruksikan melalui interpretasi pribadi yang berkembang dari dan menyumbang imej.
Opini publik memiliki dua dimensi
1. Dimensi Preferensi
Yaitu pilihan warga negara terhadap satu fenomena politik tertentu. Misal dalam pemilihan Presiden dimensi ini bicara tentang calon siapa yang diminati
2. Dimensi Intensitas
Dimensi ini bicara tentang seberapa kuat preferensi tersebut tertanam di benak pemilih sampai ke level tindakan.
Komposisi opini :
• Keyakinan
• Nilai-nilai
• Ekspektasi
Karakteristik utama opini :
• Mempunyai arah
• Mempunyai isi informasi
• Stabil
• Mempunyai intensitas

Faktor-faktor yang memengaruhi opini publik :
• sosialisasi politik
• budaya politik
• ideologi negara dan agama
• struktur ekonomi dan strata sosial
• struktur negara


PARTISIPASI POLITIK

Kategori berdasar kesadaran politik
 Otonom
Partisipasi dilakukan atas dasar kesadaran sendiri
 Mobilisasi
Partisipasi dilakukan berdasarkan anjuran, ajakan atau paksaan pihak lain
Kategori berdasar saluran politik
Konvensional
Partisipasi dilakukan dengan saluran resmi, contoh :
• Pemberian Suara
• Diskusi Politik
• Kampanye
• Membentuk dan Bergabung dengan Kelompok Kepentingan
• Komunikasi dengan pejabat politik dan administratif
Non Konvensional
Partisipasi dilakukan melalui sarana tidak resmi, contoh :
• Pengajuan Petisi
• Demonstrasi
• Konfrontasi
• Mogok
• Kekerasan Politik Terhadap Harta Benda (perusakan, pemboman)
• Kekerasan politik terhadap manusia ( penculikan, penyiksaan, pembunuhan)
• Perang Gerilya, Revolusi
Model Partpol ( Mibrath and Goel )
1. Apatis
Orang yang tidak berpartisipasi dan menarik diri dari proses politik
2. Spektator
Orang yang setidak-tidaknya pernah memilih dalam Pemilu
3. Gladiator
Mereka yang secara aktif terlibat dalam proses politik: Kounikator, aktivis partai, pekerja kampanye dan aktivis masyarakat
4. Pengkritik
Mereka yang melakukan partisipasi politik non konvensional
Paige
1. Aktif : kepercayaan tinggi, kesadaran tinggi
2. Militan radikal : kepercayaan rendah, kesadaran tinggi
3. Pasif : kepercayaan tinggi, kesadaran rendah
4. Apatis : kepercayaan rendah, kesadaran rendah
Olsen
Partisipasi politik sebagai dimensi stratifikasi sosial
1. Pemimpin Politik
2. Aktivis Politik
3. Komunikator
4. Warga Negara Marginal
5. Orang yang Terisolasikan


Partisipasi politik sebagai dimensi stratifikasi sosial
1. Pemimpin Politik
2. Aktivis Politik
3. Komunikator
4. Warga Negara Marginal
5. Orang yang Terisolasikan

Sistem Pemilu
Distrik (single Member Constituency)
Setiap kesatuan geografis memiliki satu wakil di lembaga legislatif.
Kelebihan :
 Wakil lebih dikenal masyarakat dan lebih loyal ke masyarakat
 Dapat terjadi integrasi partai-partai politik
 Mempermudah terjadinya stabilitas nasional
 Pemilihan lebih murah dan sederhana
Kekurangan
 Kurang memperhatikan adanya partai-partai kecil dan golongan minoritas yang tersebar di berabagai distrik
 Banyaknya suara yang hilang
Proporsional (Multi Member Constituency)
Perolehan kursi di lembaga legislatif seimbang (proporsional) dengan jumlah suara yang diperoleh.
Kelebihan :
 Sedikitnya suara yang hilang
Kekurangan :
 Mempermudah fragmentasi partai dan munculnya partai-partai baru
 Loyalitas ke partai
 Pemerintah kurang stabil karena banyak partai
 Rumit dan Mahal

PARTAI POLITIK
Partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai2, dan cita2 yang sama. Tujuannya ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara konstitusional.
Fungsi Parpol di Negara Demokrasi
1. Sebagai sarana komunikasi politik
2. Sebagai sarana sosialisasi politik
3. Sebagai sarana rekruitmen politik
4. Sebagai sarana pengatur konflik
Fungsi Parpol di Negara Otoriter
1. Sebagai sarana komunikasi politik
2. Sebagai sarana sosialisasi politik
3. Sebagai sarana rekruitmen politik
Perbedaan :
Jika di Negara demokrasi partai mengatur keinginan dan aspirasi masyarakatnya, maka partai politik dalam negara otoriter lebih cenderung mengendalikan semua aspek kehidupan secara monolitik.
Jika di Negara demokrasi partai menyelenggarakan integrasi warga negara ke dalam masyarakat umum, maka partai politik di negara otoriter memaksa individu agar menyesuaikan diri dengan suatu cara hidup yang sejalan dengan kepentingan partai. Fungsi tersebut dilaksanakan melalui propaganda dari atas ke bawah.

Sistem Dwi-Partai
1. Terdiri dari dua partai
2. Lebih kondusif untuk terpeliharanya stabilitas karena terdapat perbedaan yang jelas antara partai pemerintah dan partai oposisi.
3. Menggunakan sistem pemilihan single-member constituency (sistem distrik).
4. A convenient system for contented people, bahwa sistem dwi-partai dapat berjalan dengan baik apabila komposisi masy homogen, ada konsesus yg kuat dlm masy mengenai asas dan tujuan politik, adanya kontinuitas sejarah.
Multi-Partai
1. Terdapat lebih dari dua partai
2. Stabilitas politik dapat terjamin jika ada partai yang dominan.
3. Memakai sistem pemilihan proporsional

IDEOLOGI POLITIK

 Ideologi adalah suatu sistem nilai atau kepercayaan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh kelompok tertentu. Ideologi terdiri dari rangkaian sikap terhadap berbagai lembaga dan proses kemasyarakatan.

 Comperhensiveness
Suatu ideology harus mencakup serangkaian ide-ide yang mencakp banyak hal termasuk ide besar tentang realitas kehidupan di dunia ini. Ide-ide itu antara lain bagaimana kedudukan manusia ini dalam kosmos, hubungan manusia dengan Tuhannya, tujuan utama yang ingin dicapai oleh suatu masyarakat manusia atau pemerintahan, dan lain-lain.
 Pervasiveness
Serangkaian ide tersebut telah berumur lama, melewati berbagai zaman, membentuk keyakinan dan sikap politik dari banyak orang. Ideologi telah mempengaruhi secara luas oleh anggota masyarakat dan merembes ke pelbagai lapisan masyarakat.
 Extensiveness
Ideology diikuti oleh banyak orang dan memainkan peranan yang amat menonjol dalam percaturan politik suatu bangsa atau lebih.
 Intensiveness
Ideology bisa memberikan suatu komitmen yang kuat bagi pengikutnya dan memberikan pengaruh signifikan terhadap keyakinan dan tindakan politiknya

Komponen Ideologi (RAINNEY)
1. Suatu ideology itu mempunyai nilai
2. Ideologi mempunyai visi tentang politik yang ideal
3. Ideology harus mempunyai konsepsi tentang sifat manusia
4. Ideologi harus mempunyai strategy for action, bisa dioperasionalisasikan

Adapun beberapa ciri demokrasi adalah
1. Kedaulatan ada di tangan rakyat (popular sovereignty),
2. Kesetaraan politik ( political equality
3. Keterlibatan rakyat dalam pengambilan kebijakan (popular consultation),
4. Mayoritas yang berkuasa (majority rule) dan
5. Pembatasan kekuasaan oleh konstitusi.

Ciri Sosialisme demokratis:
 Sejumlah besar kekayaan dimiliki public melalui pemerintah yang dipilih secara demokratis
 Adanya pembatasan pengumpulan kekayaan pribadi
 Adanya aturan dalam bidang ekonomi
 Sistem kesejahteraan yang ekstensif.

 Secara teoritis ada tujuh unsur dalam fasisme.
1. Irasionalisme
2. Darwinisme Sosial
3. nasionalisme
4. Negara
5. Prinsip kepemimpinan
6. Rasisme
7. Antikomunisme



DEMOKRASI
Definisi
 Etimologis
Demos dan kratos; yang mempunyai arti pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat (kekuasaan ditangan rakyat)
 Terminologis
demokrasi dapat diwujudkan dengan menerapkan sistem dengan prosedur politik dan lembaga yang demokratis
è example: diselenggarakannya Pemilu

Ciri-ciri pokok demokrasi adalah
 Partisipasi politik yang luas
 Kompetisi politik yang sehat
 Sirkulasi kekuasaan yang terjaga, terkelola, dan berkala, terutama melalui proses pemilihan umum
 Pengawasan terhadap kekuasaan yang efktif
 Diakuinya kehendak mayoritas
 Adanya tatakrama politik (fatsoen) yang disepakati dalam masyarakat

Nilai-nilai Demokrasi
 Menyelesaikan perselisihan secara damai dan terlembaga
 Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam masyarakat yang sedang berubah
 Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur
 Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum
 Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman
 Menjamin tegaknya keadilan
Ya, saya ambil contoh satu nilai dasar demokrasi menurut Henry, yaitu menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. Pergantian atas dasar keturunan ( monarki ), atau dengan mengangkat diri sendiri, atau pun dengan coup d’etat, kurang memberikan peluang bagi masyarakat yang lain untuk memimpin suatu Negara. Contoh : Inggris mempunyai seorang kepala Negara yang diangkat dari jalur keturunan, hal semacam ini menutup rapat-rapat peluang masyarakat biasa untuk bisa menjadi seorang kepala Negara.

HAM

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahirannya.
Hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat, jadi bukan berdasarkan hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Manusia memilikinya karena ia manusia.

Universal Declaration of Human Rights (1946).
 Hak berpikir dan mengeluarkan pendapat
 Hak memiliki sesuatu
 Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran
 Hak menganut sistem kepercayaan atau agama
 Hak untuk hidup
 Hak untuk kemerdekaan hidup
 Hak untuk memperoleh nama baik
 Hak untuk memperoleh pekerjaan
 Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum


Tiga generasi hak asasi. Generasi pertama adalah hak sipil dan politik yang sudah lama dikenal dan selalu diasosiasikan dengan pemikiran di negara2 barat. Generasi kedua adalah hak ekonomi, sosial, dan budaya yang gigih diperjuangkan oleh negara2 komunis dalam perang dingin. Generasi ketiga adalah hak atas perdamaian dan hak atas pembangunan terutama diperjuangkan oleh negara2 dunia ketiga.
Kelompok HAM :
1. HAM liberal atau negatif atau hak kebebasan
 Diperjuangkan oleh liberalisme untuk melindungi kehidupan pribadi manusia dari campur tangan negara atau yang lainnya
 Ditetapkan berdasar kebebasan dan hak individu untuk mengurus diri sendiri à hak kebebasan
 Hak yang tidak boleh dihambat à hak asasi negatif
 Contoh: hak hidup, keutuhan jasmani, beragama, bergerak, berfikir, berkumpul/berserikat, dll.

2. HAM aktif atau demokratis
 Dipejuangkan oleh kaum liberal dan republiken
 Dasar: keyakinan akan kedaulatan rakyat dan merupakan hak atas suatu aktivitas manusia
 Contoh: hak untuk ikut memilih dalam pemilu yang bersih, kebebasan pers, dll.

3. HAM positif
 Dasar: tuntutan prstasi/pelayanan negara terhadap masyarakat
 Contoh: hak atas perlindungan hukum.

4. HAM sosial
 Diperjuangkan oleh kaum buruh
 perluasan paham tentang kewajiban negara à menjamin dan menciptakan kesamaan minimal antarwarga negara
 Contoh: hak atas jaminan sosial, hak atas pekerjaan, pendidikan, serikat buruh, dll.

2 komentar:

Terimakasih Telah Mengisi Komentar