Waktu Saat Ini

Kamis, 13 Oktober 2011

RANGKUMAN MATERI MPKT UI PERSIAPAN UTS

FILSAFAT Ilmu pengetahuan yang mencari hakekat tentang segala sesuatu dari realitas yang ada dan berlandaskan pada pemikiran yang bersifat rasional, kritis, sistematis, logis, metodis, dan koheren. Ilmu filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis reflektif, integral, radikal, logis, sistematis, dan universal (semesta). Fenomena tersebut dapat diarahkan pada tema besar pada ilmu filsafat, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi mengkaji tentang keberadaan sesuatu, membahas tentang ada, yang dapat dipahami baik secara konkret, faktual, metafisis atau epistemologi. Epistemologi membahas tentang pengetahuan yang akan dimiliki manusia apabila dia membutuhkannya. Aksiologis membahas tentang kaidah norma dan nilai yang ada pada manusia. Dengan demikian, jelas bahwa semua hal yang berkaitan dengan ontologi, epistemologi, dan aksiologi sangat erat dan menjadi sesuatu yang mengakar pada manusia sesuai dengan tingkat perkembangannya secara intelektual. Objek penelitian filsafat dilihat dari dua aspek. Aspek pertama adalah objek materi dan aspek kedua adalah objek forma. Objek materi adalah bahan atau sesuatu yang menjadi kajian penelitiannya. Objek forma adalah focus perhatian seseorang terhadap objek materi yang dihadapinya. Faedah filsafat atau berfilsafat : Mengajak kita untuk bersikap arif dan berwawasan luas terhadap berbagai permasalahan-permasalahan yang dihadapi manusia sehingga mampu memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Berfilsafat dapat membentuk pengalaman kehidupan seseorang secara lebih kreatif atas dasar pandangan hidup, dan ide-ide yang muncul karena keinginannya. Filsafat dapat membentuk sikap kritis seseorang dalam menghadapi berbagai fenomena atau gejala di sekitar manusia dan dalam permasalahan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan ilmiah.

LOGIKA Dalam bukunya Introduction to Logic, Irving M.Copi mendefinisikan logika sebagai suatu studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Ilmu tentang berpikir secara tepat. Mempelajari logika secara akademis memungkinkan seseorang untuk mengetahui metode-metode dan prinsip berpikir. Dengan dasar pengetahuan ini seseorang dituntut untuk terus menerus melatih dan mengasah akal budinya sehingga mampu membedakan pemikiran yang tepat dan teratur dari pemikiran yang sesat dan kacau. Logika alamiah adalah pemikiran yang dibawa sejak lahir. Biasanya digunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Logika ilmiah diperoleh dengan mempelajari hukum-hukum penalaran sebagaimana mestinya. Dalam mempelajarinya manusia akan mengetahui prinsip2, norma2, dan teknik2 tertentu, jika dijalanakan akan mengurangi tingkat kesalahan penalaran Dari segi bentuk dan isi argumen logika dibedakan menjadi dua, yaitu logika formal dan logika material. Logika formal membahas masalah validitas argumen. Argumen dapat dikatakan valid jika kesimpulan penalaran benar-benar di lihat secara tepat atau lurus dari premis-premisnya. Logika material membahas isi argumen, valid tidak nya argumen tergantung proposisi-proposisi yang membentuknya. Jadi jika ada salah satu proposisi yang tidak benar maka argumen itu dinyatakan tidak valid.

Proses Penyimpulan : Logika Deduktif yaitu menyimpulkan penalaran yang bersifat umum menjadi bersifat khusus, biasanya berwujud silogisme. Silogisme sendiri adalah argumen yang terdiri dari tiga proposisi, proposisi pertama merupakan landasan penalaran, sedangkan proposisi ketiga berisi kesimpulan. Tujuan dari logika deduktif yaitu menjelaskan hubungan antara premis-premis dan kesimpulan dalam argumen yang valid, sehingga kita dapat membedakan argumen yang valid dengan argumen yang tidak valid. Contoh : “semua mahasiswa UI adalah orang pintar” dan “Bimma adalah mahasiswa UI” jadi Bimma adalah orang pintar. Kesimpulan yang saya ambil tersebut hanya melihat dari premis-premis yang ada, tanpa pengamatan lebih lanjut terhadap Bimma tersebut. Jadi kesimpulan dari suatu argumen deduktif mengandung kepastian mutlak. Adapun tiga ciri khas dari argumen deduktif ini, yaitu analitis : kesimpulan hanya ditarik dari premis-premis yang sdh ada, tautologis : kesimpulan sdh tersirat dalam premisnya, dan apriori : tidak melakukan penelitian lebih lanjut. Logika Induktif yaitu menyimpulkan penalaran dari yang bersifat khusus menjadi bersifat umum, biasanya berwujud sintesis. Sintesis sendiri adalah penggabungan premis-premis untuk mendapatkan kesimpulan. Biasanya dalam penalaran induktif cara yang dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan yaitu dengan cara melakukan penelitian inderawi. Jadi kesimpulan suatu argumen induktif tidak mengandung kepastian mutlak.

Definisi adalah penjelasan dari sebuah istilah secara singkat, jelas, padat sehingga istilah itu mdh dipahami dan tidak menimbulkan kerancuan dengan istilah yang lain. Definiens harus dapat dibalik dengan definiendum, definien tidak boleh masuk ke dalam definiens, definiens harus benar-benar menjelaskan definiendum, definiens harus paralel dengan definiendum, definiens kalau bisa berbentuk affirmative.

Proposisi : pengingkaran atau pengakuan yang berbentuk pernyataan. Unsur. Term subjek : sesuatu yang tentangnya pengakuan atau pengingkaran ditujukan. Term predikat : sesuatu yang diakui atau diingkari tentang term subjek. Kopula : penghubung antara term subjek dan term predikat dan memberi bentuk pengakuan atau pengingkaran pada dua term tersebut. Kuantitas proposisi. Proposisi singular adalah proposisi yang luas term subjeknya singular. Artinya pengertian term subjek itu menunjuk pada satu hal, benda, atau individu. Dst. Kualitas proposisi. Proposisi affirmative apabila apa yang menjadi term predikat diakui oleh term subjek. Dst.

Kesesatan berpikir dibedakan dalam dua bentuk, yaitu kesesatan formal dan kesesatan material. Kesesatan formal adalah kesesatan yang dilakukan karena bentuk penalaran yang tidak valid. Kesesatan material adalah kesesatan yang menyangkut isi penalaran. Kesesatan bahasa, kesesatan relevansi timbul karena kesimpulan ditarik dengan premis yang tidak relevan. Argumentum Ad Hominem : melihat pribadi orang tersebut. Argumentum Ad Populum : untuk meyakinkan pendengar. Argumentum Ad Verecundiam : dilihat dari kealian dan kewibaan. Ignoratio Elenchi : tidak memiliki relevansi dengan premisnya. Biasanya faktor yang menyebabkan terjadinya kesesatan ini yaitu prasangka, kepercayaan, emosi, dll. kesesatan generalisasi yang tergesa : akibat dari induksi yang keliru karena kurangnya sumber yang mencukupi. Kesesatan komposisi : salah peletakan predikat pada term

FILSAFAT ILMU, Ilmu pengetahuan yang membahas ciri dan proses atau cara kerja ilmiah secara kritis. Dalam proses kerja filsafat ilmu pengetahuan terdapat dua aspek, yaitu aspek justifikasi yang menekanakan secara de jure kebenaran ilmiah dan aspek temuan yang secara de facto berupa teknologi. Tujuan : memahami persoalan ilmiah dengan melihat ciri dan cara kerja setiap ilmu atau penelitian ilmiah dengan cermat dan kritis, melakukan pencarian kebenaran ilmiah dengan tepat dan benar , memahami bahwa terdapat dampak kegiatan ilmiah yang berupa teknologi. Cara kerja : Sistematis, Logis, Intersubjektif, rasional, pembenaran secara metodologis.

Teori Kebenaran korespondensi : teori kebenaran yang bersumber dari persesuaian antara seorang subjek dengan objek yang dilihatnya, koherensi : ada persesuaian di antara beberapa subjek dengan objek yang diamatinya, pragmatik : terjadi karena ada manfaat serta kegunaan dari sebuah ilmu pengetahuan.

ETIKA salah satu cabang dari ilmu filsafat, merupakan ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip baik buruk yang diterapkan pada perilaku seseorang atau masyarakat. Pertimbangan rasional : mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk berbuat baik atau melakukan tindakan baik secara jernih, tenpa dilandasi oleh sikap emosional yang berlebihan. Etika Normatif dan Terapan Etika deskriptif memberikan gambaran tentang tingkah laku moral dalam arti yang luas, seperti berbagai norma dan aturan yang berbeda dalam suatu masyarakat atau individu yang berada dalam kebudayaan tertentu atau yang berada dalam kurun waktu atau periode tertentu. Dengan kata lain mengkaji berbagai bentuk ajaran-ajaran moral yang berkaitan dengan nilai yang baik dan buruk. Contoh : etika orang Jawa, batak. Etika normatif : etika yang mengkaji apa yang harus dirumuskan secara rasional dan bagaimana prinsip-prinsip etis dan tanggung jawab dapat digunakan oleh manusia. Etika umum memiliki landasan dasar seperti norma etis/ norma moral, hak dan kewajiban, dsb. Etika khusus, yakni Etika individual : menyangkut kewajiban dan sikap individu terhadap dirinya sendiri. Etika sosial : mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia atau masyarakat. Contoh : etika keluarga, etika bisnis. Metaetika : kajian etika yang membahas ucapan-ucapan atau kaidah-kaidah bahasa khususnya yang berkaitan dengan bahasa etis. Contoh : iklan di TV. Etika terapan : etika yang menitikberatkan pada aspek aplikatif teori etika atau norma yang ada. Disebut etika terapan karena sifatnya yang praktis, yaitu bertujuan memperlihatkan kegunaannya. Etika profesi : Etika yang berkaitan dengan profesi atau etika yang diterapkan dalam dunia kerja manusia. Etika profesi bersifat praktis, baik secara pragmatis, utilitaritis dan deontologis. Kaidah atau Norma Etika yang lazim dimunculkan, yakni Hati Nurani : penghayatan tentang yang baik dan yang buruk yang berkaitan dengan tindakan nyata atau perilaku konkret manusia. Kebebasan dan Tanggung Jawab, Nilai dan Norma.

Hak dan Kewajiban Hak legal : hak yang didasarkan atas hukum dalam salah satu bentuk yang dimunculkan melalui undang-undang, peraturan, dokumen yang sifatnya resmi, yang berasal dari suatu lembaga atau instansi tertentu. Hak khusus : hak yang dimiliki oleh seseorang atau beberapa orang. Contoh : orang tua mempunyai hak anaknya akan patuh. Hak umum : hak yang diberikan kpd seseorang karena ia adalah manusia. Contoh : HAM. Hak individual : hak berupa kebebasan pendapat, berserikat, beragama, dsb, yang dimiliki individu terhadap negara atau masyarakat. Hak sosial : hak yang diperoleh seseorang ketika sebagai anggota suatu masyarakat ia berinteraksi dengan anggota masyarakat yang lain. Contoh : hak pendidikan, hak pekerjaan,dll. Hak moral : hak seseorang yang didasari oleh prinsip atau peraturan etis. Contoh : hak seorang dosen untuk mengharapkan mahasiswanya berlaku jujur dalam menjawab UTS.

PENTINGNYA ETIKA, Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis yang berhadapan dengan berbagai meralitas yang kadangkala membingungkan. Sebagai pemikir kritis dan sistematis etika ingin menimbulkan suatu ketrampilan intelektual : ketrampilan untuk berargumen secara rasional dan kritis. Alasan masih dibutuhkan etika. Terdapat pndangan yang beraneka ragam, modernisasi dan kemajuan teknologi membawa prbahan bsr dalam stktur masyarakat, mncul berbagai ideologi. Etika dapat membangkitkan semangat hidup manusia sehingga ia dapat menjadi manusia yang baik dan bijaksana melalui bidangnya.

PANCASILA, ideologi bersifat futuristik (berisi cita-cita tentang tatanan masyarakat yang baik di masa depan dan merupakan acuan untuk melakukan perubahan politik). Karena ideologi menyangkut masalah strategi bernegara, tidak jarang kelompok-kelompok masyarakat menggunakan ideologi sebagai alat untuk mempertahanakan dan memperoleh kepentingan diri secara sepihak dengan merugikan pihak lain.

NILAI PANCASILA, nilai religius : nilai yang berkaitan dengan keterikatan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sacaraal, suci, dan agung. Nilai moral : nilai tentang kebaikan yang muncul sebagai akibat perilaku orang, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain atau masyarakat. Nilai kebangsaan : nilai tentang manusia yang secara kodariat memiliki hak dan kewajiban, kebebasan dan tanggung jawab, serta identitas yang membentuk eksistensi manusia atau jati diri dalam kehidupan bernegara. Nilai keadilan : nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidakberpihakan, keseimbangan, dan pemerataan atas suatu hal. Nilai kebersamaan dan toleransi. Nilai kebersamaan : nilai yang dimiliki oleh manusia dalam interaksinya dengan sesame yang berkaitan dengan tujuan dan kepentingan tertentu. Nilai toleransi : nilai yang menghargai berbagai pendapat dan keyakinan orang lain tentang sesuatu hal dan dalam situasi tertentu.

Cinta Kasih, syarat : knowledge (pengenalan), responsibility (tanggung jawab), care (pengasuhan, perhatian, perlindungan, saling peduli), respect (saling menghormati), cinta terhadap Tuhan, persaudaraan, keibuan, erotis, diri sendiri.

2 komentar:

  1. Syukron bimma,,, izin copaas,, ana juga ada filsafat ,, :)

    BalasHapus
  2. sama-sama, terimakasih telah meninggalkan komentar di blog ini. Semoga tulisan ini bermanfaat...

    BalasHapus

Terimakasih Telah Mengisi Komentar